Berita Empat Lawang – Komunitas EBC (Empat Lawang Bicycle Community) Tebing Tinggi menggelar kegiatan gowes wisata dengan menjelajahi salah satu destinasi alam di Kabupaten Empat Lawang, yakni Air Terjun Sange yang berada di Desa Terusan, Kecamatan Tebing Tinggi, Minggu (19/7/2026).
Perjalanan dimulai sejak pagi dari Simpang PLN Talang Gunung dan berakhir di kawasan Air Terjun Sange. Rute yang cukup menantang dengan tanjakan dan medan berbukit menjadi ujian tersendiri bagi para peserta. Namun, rasa lelah itu seketika terbayarkan saat rombongan tiba di lokasi dan disambut panorama air terjun yang masih alami dengan debit air yang deras.
Selain menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, kegiatan ini juga bertujuan mempromosikan potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Empat Lawang.
Meski memiliki pesona yang memikat, para anggota komunitas menilai pengelolaan objek wisata tersebut masih jauh dari optimal. Akses menuju lokasi sudah cukup baik karena didukung jalan beraspal, sehingga memudahkan pengunjung untuk mencapai kawasan air terjun.
Namun, kondisi di dalam area wisata dinilai memerlukan perhatian serius. Tidak terlihat adanya petugas penjaga maupun pengelola yang aktif. Sejumlah fasilitas dan spot wisata juga tampak kurang terawat, bahkan terkesan terbengkalai.
“Kami melihat potensi Air Terjun Sange sangat besar untuk menjadi destinasi unggulan di Empat Lawang. Sayangnya, pengelolaannya belum maksimal. Padahal akses jalannya sudah bagus, tinggal bagaimana fasilitas dan pengelolaannya ditingkatkan agar wisatawan semakin nyaman,” ujar Edo, Riski, dan Rava anggota EBC.
Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah maupun pihak terkait. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan Air Terjun Sange diyakini mampu menjadi destinasi wisata yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Di tengah upaya pemerintah mendorong sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, keberadaan destinasi alam seperti Air Terjun Sange seharusnya menjadi aset yang dijaga dan dikembangkan. Keindahan alam saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan pengelolaan, fasilitas, kebersihan, keamanan, serta promosi yang berkelanjutan.
Kegiatan gowes EBC ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Empat Lawang memiliki banyak potensi wisata alam yang layak dibanggakan. Kini, tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut tidak hanya menjadi tempat yang indah untuk dikunjungi, tetapi juga dikelola secara profesional sehingga mampu menjadi ikon pariwisata yang membanggakan daerah.







