DESIL TENTUKAN PENERIMA PIP

oleh -1261 Dilihat

Berita Empat Lawang – DISDIKBUD Empat Lawang Gelar Sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2026 Jenjang SMP yang di selenggarakan di SMPN 1 Tebing Tinggi (Jumát, 17/04/2026).
Peserta yang diundang pada kegiatan ini adalah Kepala Sekolah dan Operator PIP jenjang Sekolah Menengah Pertama di Kota Empat Lawang.

Dalam sambutan nya Kadisdikbud Empat Lawang di wakili Kepala Bidang Pembinaan SMP Bapak Gusmedi Sabarudin, S.Pt.,MM menyampaikan agar pihak sekolah bisa semaksimal mungkin memfasilitasi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam proses pelaksanaan Program PIP ini.

Selain itu juga beliau mengatakan bahwa dana PIP merupakan bantuan pemerintah yang ditujukan untuk membantu peserta didik dari keluarga yang memenuhi kriteria penerima. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli perlengkapan sekolah, seragam, buku, alat tulis, serta kebutuhan pendidikan lainnya yang menunjang proses belajar siswa.

Selanjutnya, kegiatan diisi oleh narasumber dari Dinas Sosial Kota Empat Lawang yaitu Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial yaitu Ibu Nur Lilian Sari, Amkep.,SKM beliau menjelaskan Dana PIP ada 3 Sumber yaitu APBD, APBN dan Pemangku Kepentingan.

Syarat siswa memperoleh PIP, data mesti valid antara data di DTSEN yang dikelola Dinas Sosial, data Kependudukan yang di kelola DISDUKCAPIL dan data Dapodik yang dikelola oleh sekolah harus sinkron. Karena jika tidak sinkron data tidak akan terbaca dipusat yang mengakibatkan Siswa gagal memperoleh Bantuan PIP.
Dari DTSEN itulah penentuan Desil. Sasaran Penerima PIP yaitu Desil 1-5 adapun penjelasannya yaitu Desil 1 : Sangat miskin, Desil 2 : miskin, Desil 3 : Hampir miskin, Desil 4 : Rentan Miskin, Desil 5 : Pas-pasan dan Desil 6-10 : menengah hingga mapan.

Ditambahkan oleh Septian Pawandri, SS, Program Indonesia Pintar (PIP) adalah program yang di selenggarakan oleh pemerintah dalam rangka membantu anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin agar bisa tetap bersekolah sampai tamat pendidikan menengah baik di jenjang formal maupun non formal,
Melalui program ini pemerintah berupaya mencegah anak putus sekolah, dan menarik anak putus sekolah agar bisa bersekolah kembali,diharapkan bisa membantu meringankan biaya personal peserta didik seperti membeli perlengkapan belajar anak, uang saku dan transportasi, tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.